Sejarah

Universitas Bumigora merupakan salah perguruan tinggi yang terdapat di provinsi Nusa Tenggara Barat dan berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Eksekutip Komputer (YPEK). Universitas Bumigora terbentuk sebagai hasil penggabungan dari 2 (dua) perguruan tinggi yaitu STMIK Bumigora Mataram dan STIBA Bumigora Mataram berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan oleh Kemenristek DIKTI No: 126/KPT/I/2018. Saat ini Universitas Bumigora memiliki 4 (empat) fakultas dengan 16 (enam belas) program studi.

Teknologi Pangan merupakan salah satu program studi yang terdapat di Fakultas Teknik dari Universitas Bumigora. Program studi Teknologi Pangan mendapatkan izin penyelenggaraan dari Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, sesuai dengan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 304/E/O/2021 Tanggal 1 Juli 2021. Penerimaan mahasiswa baru secara perdana dilakukan pada tahun akademik 2021/2022.

Pendirian program studi sarjana Teknologi Pangan (S1 Teknologi Pangan) Universitas Bumigora dirancang untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat akan tenaga ahli yang profesional dengan kompetensi dan keahlian di bidang Teknologi Pangan.

Kebutuhan tersebut muncul untuk menghadapi era pasar bebas seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Selain itu Universitas Bumigora juga terpanggil untuk membantu pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia sebagai salah satu dukungan terhadap program pemerintah provinsi sebagai salah satu destinasi wisata dan pariwisata halal. Oleh karena itu, Universitas Bumigora ingin mencetak lulusan yang memiliki keahlian baik secara teoritik maupun praktik di bidang Teknologi Pangan. Hal tersebut muncul sebagai dampak meningkatnya pemanfaatan sumber daya alam lokal dalam pengolahan di bidang pangan.