Kompetensi & Lulusan

Profil Lulusan Program studi sarjana Teknologi Pangan mengacu pada Standar Pendidikan Teknologi Pangan / Teknologi Hasil Pertanian dari Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Tahun 2022 dengan memperhatikan Aspek Kompetensi yang dijabarkan dalam Kompetensi Lulusan serta Peta Okupasi dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Sektor Pertanian tahun 2019. Struktur peta okupasi yang dipergunakan sebagai kerangka dalam dokumen ini mengacu pada referensi yang ditetapkan oleh ASEAN sebagai bagian tak terpisahkan dari implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sehingga, student outcome atau profil lulusan dari Program studi sarjana Teknologi PanganUniversitas Bumigora adalah sebagai berikut: 

  1. Profesional yang mampu mengaplikasikan ilmu kimia, fisika, biologi, matematika, dan ilmu komunikasi ke dalam teknologi pangan. 
  2. Profesional yang mampu menerapkan teori, model dan metode tepat guna untuk mengembangkan, mendisain, dan menganalisa produk pangan.
  3. Profesional yang memiliki jiwa technopreaneurship dalam bidang teknologi pangan.
  4. Profesional yang mampu bekerja secara individu maupun tim dalam mengembangkan, memproduksi dan menganalisa produk pangan.
  5. Professional yang memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan berkomunikasi serta bernegosiasi yang baik dengan stakeholder, investor, dan masyarakat luas.
  6. Professional yang mampu mempelajari dan memahami teknologi terbaru dalam bidang pangan. 
  7. Professional yang mampu menuangkan ide bisnis pangan ke business plan

Berdasarkan profil-profil tersebut, maka proyeksi lulusan program studi sarjana Teknologi Pangan Universitas Bumigora antara lain:

  1. Mampu menerapkan teori, model dan metode tepat guna untuk mengembangkan, mendesain dan menganalisa produk pangan.
  2. Mampu menkarakterisasi bahan baku dan menganalisa pengaruh pengolahan pada produk pangan, mengidentifikasi pengaruh pengolahan dan rekayasa proses terhadap perubahan kualitas produk pangan.
  3. Mampu merekomendasikan hasil penelitan dan pengembangan ilmu dan teknologi pangan, menerapkan sistem manajemen keamanan pangan.
  4. Mampu mengembangkan dan menjalankan skema bisnis di bidang pangan dengan berbasis pada mutu, kerberlanjutan dan etika yang benar serta mampu memasarkan produk yang dihasilkan.